copas tulisan dari http://www.dwiestiningsih.com/manusia-manusia-cheng-cheng-po-1
--Pertama kali mendengar kata cheng cheng po adalah pada saat klien
saya bercerita bahwa dalam keluarganya ia dianggap cheng – cheng po
alias “kurang well” dibandingkan saudara – saudaranya yang lain. Itu
kisah masa lalunya, sekarang ia menjadi manusia yang percaya diri dan
tidak cheng – cheng po lagi.
Penasaran dengan kata cheng-cheng po, saya cari di kamus slang ternyata artinya sebagai berikut:
Cheng-cheng merujuk pada kata “cengar-cengir” ;
Po merujuk pada kata “plonga-plongo”.
Cheng-cheng
Po merujuk pada seseorang yang sangat malas sekali untuk bekerja /
berpikir. Juga bisa merujuk pada seseorang yang lamban sekali dalam
berpikir / beraktivitas.
Nah itu dia CHENG – CHENG PO
Kedua
kalinya saya mendengar kata Cheng – Cheng Po ketika teman saya bercerita
bahwa ada tetangganya yang cheng – cheng Po tapi dijadikan caleg oleh
salah satu partai politik.
Wah apalagi ini arti cheng – cheng po,
batin saya dalam hati. Ternyata artinya adalah seseorang yang tidak
dianggap dalam masyarakat alias “bawang kosong”. Jadi misalnya ia tidak
“nyumbang” untuk kematian, sunatan, kekahan, atau nikahan, hal tersebut
juga dianggap wajar.
Orang – orang cheng – cheng po tidak masuk
hitungan dalam undangan pernikahan, karena ia dianggap belum mempunyai
status yang jelas dalam masyarakat. Misalnya: laki –laki yang sudah
berkeluarga namun masih numpang di rumah ortu / mertua. Ah masa sih…---
beberapa hari yang lalu baru baca istilah cheng cheng po, yang pertama kali ada di pikiran saya itu adalah kosa kata berbau bau china, eh ternyata singkatan dari "cengar cengir plonga plongo". hemmm boleh dah di masukan kosakata baru.
paling tidak berusaha untuk menjadi orang yang tidak cheng cheng po, adalah orang yang tegas, punya pendirian, tidak menjawab pertanyaan apapun dengan kata " terserah", jawaban itu seakan mengidentifikasikan bahwa yang menjawab hanya bisa mengekor alias tidak punya pilihan sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar