Pengikut

Senin, 02 Juni 2014

memilih pemimpin

ketika keraguan datang dan masuk ke dalam fikiran kita, apa yang akan kita lakukan?
banyak menyarankan untuk sholat istikhoro
baca dan pelajari kitab suci al-quran
perbanyak baca berita dan bertanya kepada orang-orang yang ahli dalam bidangnya
mungkin itu yang umum di sarankan oleh beberapa orang

ketika sedikit kepedulian kita muncul untuk kebaikan sesama muslim, ketika itu pula muncul ganjalan-ganjalan dari berbagai arah.

ketika ingin memperbaiki keadaan menjadi lebih baik, munculah rasa keraguan, apakah saya yang harus memperbaikinya? akankah lebih baik dari yang lain? mampukah saya dengan ilmu yang sangat sedikit ini?

belajar belajar dan belajar
belajar tidak boleh berhenti sampai nyawa terlepas dari jasad.

di negara tercinta ini, Indonesia Raya, sedang ramai dengan momen pemilihan calon orang nomor 1, the next presiden Indonesia. padahal pemilu capres tahun-tahun sebelumnya saya sangat tidak terganggu, pilih siapa saja sesuai hati no problem bagi saya. kebetulan waktu itu saya memilih presiden yang akhirnya menang dan berkuasa selama 2 periode. tetapi sekarang, entah mengapa saya merasa gak sedikit takut. takut bila the next presiden Indonesia bukan orang muslim, takut akan semakin banyaknya pemimpin-pemimpin yang non muslim. Rasa kasihan kepada saudara2 muslim yang dipimpin oleh pemimpin non muslim tiba-tiba muncul dalam hati dan fikiran.
Maaf bagi teman-teman yang non muslim jika tersinggung,
bukannya saya tidak percaya dengan kerja kalian, karna memang banyak pemimpin yang islam juga tidak baik, korupsi, melanggar ini dan itu. sementara yang saya tahu (edisi kurang belajar agama) kami umat muslim harus memilih yang mempunyai keyakinan sama. tujuan kita sama mencari ridho Allah dunia akhirat meski cara kita sangat bertentangan, kalau tujuannya saja tidak sama terus bagaimana caranya bisa sama.

Apakah kalau saya memilih capres no 1 akan menjadi musuh pendukung capres no 2? atau sebaliknya?

saya hanya ingin memilih presiden yang 1 keyakinan dan tidak menjadikan pimpinan saudara semuslim lainnya di pimpin oleh seorang non muslim.
itu alasan utama saya, bagaimana dengan saudara seagama saya ?

di sisi lain, di era moderen ini, sepak terjang dari capres kita banyak di beritakan di berbagai media, baik media sosial maupun elektonik, tetapi jujurkan mereka? sedangkan banyak media yang bisa di beli dengan uang dan sejenisnya, hanya demi perolehan di dunia yang hanya sementara ini.
kita memilih pemimpin pasti akan di mintai pertanggungjawaban di akhirat, bukan hanya pemimpinnya tapi juga yang memilih.
semoga kita tidak salah memilih.

ya Allah tunjukanlah kepada kami pemimpin yang terbaik
jauhkanlah keraguan kami dalam memilih pemimpin yang baik
kami tidak tau kebenaran yang haqiqi di dunia dan akhirat
hanya Engkau yang maha tahu atas segalanya
amin..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar