Surabaya, 29 Desember 2014
Di Penghujung tahun ini....
Di bulan Desember ini...
Seakan semuanya seperti sebuah mimpi
Tambah satu lagi dari sekian ribu alasan mengapa saya harus bersyukur kepada Allah SWT.
cerita ini di mulai dari 2 bulan yang lalu, ketika saya diberitahu tukang pijat langganan bahwa saya sedang isi (hamil). Padahal waktu itu saya belum telat datang bulan. Seakan gak percaya dengan ucapan tukang pijet capek2 langganan itu. Seminggu kemudian saya tidak mendapati datang bulan, dan saya melakukan Test Pack ternyata alhamdulillah garis dua tapi yang satu sedikit samar. Rasanya bahagia banget, betapa tidak, kami (saya, suami dan mbak dea 5 th lebih) sangat mendambakan kehadiran bayi di rumah dari rahim saya. Beberapa hari kemudian saya mengalami flek2, rasa cemas mulai menghampiri, saya pun pergi ke dokter kandungan yang terdekat, tidak mengenal beliau sebelumnya. ketika di USG terlihat kantung bayi yang sangat kecil, alhamdulillah ternyata saya memang hamil. Tetapi saya harus menggunakan obat penguat kandungan karena sering flek2. Dua minggu kemudian saya pergi lagi ke dokter kandungan yang bergelar Profesor, maksud hati ingin memberi yang terbaik untuk calon buah hati kami. Ternyata sangat tidak pernah di bayangkan jika hasil USG nya tidak ada sedikitpun ada kehamilan di rahim saya. Sampai saya pun harus USG dalam. ketika mendengar dokter berkata seperti itu, air mata mbak dea tak terbendung, kenapa adek ku hilang dokter?" tanya mbak dea terus.
Malam setelah ke dokter saya tidak bisa tidur, ada yang ganjil dengan kehamilan ke dua saya. kata dokter satu minggu ke depan saya akan datang bulan, dan ternyata 10 hari setelah itu saya datang bulan, tapi tidak seperti biasanya. Hanya sedikit darah yang keluar. Tetapi saya TP lagi hasilnya masih positif. Sering saya TP dan hasilnya positif terus. Sampai setelah selesai datang bulan pun masih positif hasil TP nya. Perasaan semakin tidak menentu. Saya mencoba berfikir bahwa saya tidak jadi hamil, maksudnya agar aktifitas saya serilex mungkin. Dan saya pun ikut olah raga senam bersama ibu2 tetangga. Aktifitas pun kembali normal seperti wanita tidak hamil.
Dan hari itu, Rabu 10 Desember 2014 saya berangkat bekerja seperti biasa. Dimulai bangun tidur, memasak, menyiapkan keperluan anak (sekolah dan day care), memandikan anak, menyuapi, mengantar anak ke sekolah dan sampai di kantor sebelum pukul 17.30. Alhamdulillah tidak telat absen.
Siang sekitar pulul 10.30 an perut saya tiba2 sakit yang teramat sangat. Sampai tidak bisa bicara karena menahan sakit. Alhamdulillah ada teman2 kantor yang baik. langsung menolong saya dengan memijat, mengolesi balsen dan mengerok punggung. Dugaan awal adalah angin duduk. Sya di bawa ke medical center untuk mendapat penanganan dokter umum. Dugaan awal kembali lagi angin duduk. Setelah 1 jam observasi tetapi tidak ada perubahan ke arah yang lebih baik, saya pun pulang ke rumah dengan di jemput suami. Kami tidak langsung pulang, tetapi menjemput anak di day care yang sedang tertidur dan menjemput tukang pijet, kali aja masuk angin beneran. Setelah di pijat, rasa sakit di perut tak kunjung hilang, malah bertambah sakit. Akhirnya sehabis magrib pun saya terpaksa harus ke rumah sakit. Langsung masuk UGD, di USG total dengan harga yang mengejutkan (20 x lebih malhal dari USG knadungan biasa). Hasil USG pun mengatakan bahwa terjadi pendarahan dalam. Dan sangat disarankan harus di operasi segera, tidak bisa di tunda, jika di tunda saya bisa shock dan tak tertolong. Kami pun mengiyakan saran dokter, bermodal bismilah kami menandatangani persetujuan operasi.
Tim dokter langsung di telponin, ruangan operasi di siapin, saya juga melakukan sederetan prosedur operasi. sekitar jam 11 malam saya masuk ruang operasi dengan sangat kesakitan di seluruh badan, yang saya pikirkan hanya anak saya yang pertama. Kita Pergi ke RS tidak membawa bekal apapun, susu anak juga tidak, pakaian, jaket juga tidak. Entah apa yang terjadi selama saya menjalani operasi, yang psati beribu-ribu ucapan terimakasih saya ucapkan untuk suami tercinta, dia ada untuk saya dan untuk anak kami. Ternyata mbk dea pun tidur di titipin orang yang sama2 menunggu di depan ruang operasi, tidur beralaskan tikar seadanya milik orang. Andaikata saya tau posisi anak saya, pasti air mata ini tak bisa tertahankan.
Operasi selesai sekitar jam 2 dini hari. ketika saya sadar, yang saya tanyakan adalah mbak dea, mana dia? suami bilang dia sudah di rumah di jemput tante dan om nya tadi jam 1 malam dari luar kota yang butuh sekitar 2 jam untuk sampai di RS jika tidak macet. Alhamdulillah kembali terucap dari bibir dan hati ini, Anak saya ada yang mengurusi di rumah.
pagi harinya, ketika dokter visit, saya di ceritakan proses operasinya. Ternyata saya hamil di luar kandungan. Janin menempel tidak di rahim, tetapi di saluran antara ovarium dan rahim, lebih dekat ke ovarium. Semakin hari janin semakin berkembang, tetapi tempatnya tidak bisa mengikuti pertumbuhan janin, akhirnya saluran tersebut pecah dan rusak dan janin jelas tidak bisa di selamatkan. Usia Janin sekitar 2 bulan. Yang menyebabkan operasi berlangsung sekitar 3 jam karena dokter harus memberihkan darah hitam yang menyebar ke perut dan menempel ke organ lain (usus dan liver). Alhamdulillah saya terselamatkan. kami tidak menyangka sejauh itu. Dan betapa saya terkejut ketika dokter bilang telah mengangkat 1 ovarium saya sebelah kanan. Alhamdulillah secara medis saya masih bisa hamil lagi, pastinya dengan ijin Allah. insya Allah.
Setiap mengingat peristiwa itu serasa mimpi yang sudah usai. sekarang Alhamdulillah saya sudah bisa beraktifitas normal kembali, bisa mengurus suami, anak dan bekerja kembali. alhamdulillah ya Allah, seakan ini adalah kesempatan kedua saya hidup di dunia. Saya ingin lebih dekat lagi dengan Engkau, betapa kuasanya Engkau membalik balikan kehidupan ini.
Semoga yang membaca tulisan saya juga bisa lebih bersyukur, bahwa hidup sehat itu modal utama untuk beribadah, sakit itu mahal, total biaya rumah sakit saya itu bisa buat DP mobil baru / kes mobil bekas.
Alhamdulillah, alhamdulillah dan alhamdulillah, kami menantikan anugrah2 indah dari Engkau ya Allah. Semoga kami bisa menjadi orang tua yang bisa mengantar anak2 kami menuju ridlhoMu. amin...
Tahun 2014, saya awali dengan mengantar pindahan adik ke Jambi dan saya akhiri dengan pemulihan pasca operasi hamil di luar kandungan. di Tengah2 tahun banyak sekali peristiwa2 yang unik dan tak bisa terlupakan, maaf belum sempat menceritakan juga. Yang pasti semua ini adalah takdir Allah SWT Tuhan sekalian alam.
ya Allah yang maha kuasa, mohon ampunilah dosa2 kami selama ini, jadikanlah kami orang yang selalu berada dalam ridlhomu, berikanlah kemudahan kami di tahun 2015 dan tahun tahun berikutnya dalam meraih kesuksesan di dunia dan akhirat. amin ya robbal alamin...